Ibu & Bayi

Cara Menghitung Masa Subur Wanita untuk Perencanaan Kehamilan

Banyak wanita yang akan menjadi calon ibu selalu kebingungan bagaimana cara menghitung masa subur untuk perencanaan kehamilan. Lalu apa yang dimaksud dengan masa subur itu sendiri dan bagaimana sih cara menghitung masa subur tersebut?

Masa subur wanita sebenarnya adalah masa hidup satu sel telur yang telah dikeluarkan oleh sel indung telur dan siap untuk dibuahi oleh sel sperma di saluran telur (tuba faloppi), dan terjadi sekali dalam jangka waktu sebulan.

Di dalam rahim wanita, sel telur tersebut mampu untuk bertahan hidup berkisar antara 1 hingga 2 hari. Bagi seorang wanita, jika kita mengetahui cara menghitung masa subur ini, maka sangat bermanfaat dalam merencanakan jumlah dan jarak kelahiran anak.

Jika Anda seorang wanita yang memiliki keinginan untuk hamil atau bahkan menunda kehamilan, bisa dilakukan dengan mudah jika mengetahui kapan masa suburnya.

Lalu bagaimana proses cara menghitung masa subur itu sendiri?

Sebelum membahasnya, terlebih dahulu kita harus memahami tentang hal-hal yang terkait tentang masa subur tersebut.

Seperti diketahui, bayi manusia itu dimulai dari hanya satu sel saja, yaitu sel telur manusia. Sel telur tersebut dilahirkan dari dalam indung telur, yaitu berupa organ / alat yang berfungsi untuk memproduksi sel telur wanita yang berada tepat di sisi rahim.

Semua wanita dalam keadaan normal memiliki 2 indung telur, yang masing-masing terletak di setiap sisi rahim, tepatnya di dekat ujung-ujung saluran telur.

Setiap bulan, kira-kira 14 hari dari permulaan masa haid terakhir, ovum atau sebuah telur kecil dihasilkan.

Telur manusia ini telah tersedia dalam sebuah kantong sel-sel yang teramat kecil, jauh lokasinya di dalam indung telur.

Pada waktu tertentu, telur-telur tersebut meninggalkan indung telur dan mulai masuk ke saluran telur.

Nah, masa-masa inilah yang disebut dengan proses ovulasi atau yang disebut dengan masa subur.

Pada masa-masa inilah, sel telur yang matang pada wanita siap untuk dibuahi, sehingga apabila wanita tersebut melakukan hubungan seks, maka berpotensi terjadi kehamilan sangat tinggi.

Masa subur dapat ditentukan berkat bantuan hormon luteinizing, yaitu hormon seks pada wanita yang pada masa-masa subur kadarnya terus meningkat.

Berikut ini dua kondisi dalam kaitannya cara menghitung masa subur:

1. Cara menghitung / menentukan masa subur jika siklus menstruasi normal / teratur

Cara menghitung masa subur atau masa ovulasi pada wanita

Siklus menstruasi disebut normal atau teratur jika berada dalam kisaran 28-35 hari. Jika seorang wanita memiliki siklus menstruasi teratur, maka masa ovulasi / masa suburnya berlangsung pada hari ke-14 minus 1 hingga 14 plus 1.

Artinya, masa ovulasi terjadi pada hari ke-13 hingga ke-15 sebelum tanggal haid berikutnya. Jadi, masa ovulasi untuk siklus menstruasi normal dirumuskan sebagai berikut:

Masa subur / ovulasi : n + (14 ± 1)

dengan n adalah tanggal haid terakhir.

Sebagai contoh, apabila hari terakhir haid kamu terjadi pada tanggal 2, maka ovulasi berada di kisaran tanggal 15 hingga 17.

2. Cara menghitung masa subur jika siklus menstruasi tidak teratur / abnormal

Untuk seorang wanita yang memiliki siklus menstruasi tidak teratur atau abnormal, maka dapat dihitung dengan menggunakan data siklus menstruasi selama 6 bulan (6 siklus).

Jumlah hari yang terpendek dalam 6 kali siklus menstruasi tersebut dikurangi 18. Hitungan ini menentukan hari pertama untuk masa ovulasi / masa subur.

Sedangkan, jumlah hari terpanjang dalam 6 siklus menstruasi tersebut dikurangi 11. Hitungan ini untuk menentukan hari terakhir masa subur. Jadi, masa-masa ovulasi untuk siklus menstruasi yang tidak normal dapat diformulasikan sebagai berikut:

Masa ovulasi / masa subur: a – 18 dan b – 11

dengan a = siklus terpendek, sedangkan b = siklus terpanjang

Contoh kasus, jika kamu memiliki siklus terpendek 28 hari dan siklus terpanjang 32 hari, maka masa subur / ovulasi terjadi pada hari ke-10 hingga hari ke-21 dari hari pertama menstruasi.

Itulah kedua cara menghitung masa subur pada wanita yang sangat bermanfaat untuk merencanakan / menunda kehamilan.

Memang, waktu yang direkomendasikan untuk membuahi sel telur adalah pada saat seorang perempuan sedang berada dalam masa-masa suburnya.

Jika kamu berkeinginan untuk memiliki seorang bayi, kenali masa suburmu dan lakukan hubungan seksual dengan suamimu pada masa-masa tersebut.

Referensi Tambahan:

Alodokter.com

Postingan ini dimodifikasi pada 5 Januari 2018 8:16 pm

Staf Jatik

Redaksi Jatik.com | Inspirasi dari Sudut Berbeda

Tinggalkan Komentar

Artikel Terbaru

Pakai Software Bajakan? STOP! Ini Bahayanya…

Pembajakan software adalah masalah yang merajalela termasuk di Indonesia yang telah tumbuh seiring perkembangan kecepatan…

% yang lalu

Resep Lodeh Nangka Sederhana, Nikmat Banget!

Siang terik paling enak menyantap masakan ndeso, salah satu yang buat kangen adalah menu sayur…

% yang lalu

Resep Semur Jengkol Pedas Mantap!

Kuliner Nusantara memang tak ada habisnya. Banyak sajian kuliner khas Indonesia yang terkenal seantero Nusantara,…

% yang lalu

5 Alasan Memelihara Kucing Sebaiknya di Dalam Rumah

Karena berbagai alasan masih banyak pecinta kucing yang melepas kucingnya untuk bebas berkeliaran di luar…

% yang lalu

5 Tempat Wisata yang Tak Boleh Dilewatkan Saat Kamu ke Kobe, Jepang

Walaupun tidak setenar Tokyo, namun ada banyak destinasi wisata menarik yang bisa kamu kunjungi saat…

% yang lalu

Transfer Uang ke Luar Negeri dalam 1 Hari? Gunakan Transfer Valas!

Remittance advice adalah definisi yang harus diketahui siapa saja yang akan melakukan remittance. Orang-orang yang…

% yang lalu