Keluarga

Faktor Penyebab Sariawan pada Anak yang Banyak Terjadi

Gangguan mulut seperti sariawan bisa terjadi pada siapa pun di berbagai tingkatan usia, tidak hanya orang dewasa, anak-anak pun tak luput dari gangguan sariawan ini. Apa sih yang menjadi penyebab sariawan pada anak? Bagaimana cara mencegah dan mengobatinya?

Sariawan tampak seperti bisul kecil berwarna merah atau agak putih dan pasti nyeri terutama saat makan. Gangguan sariawan ini pasti akan menyebabkan buah hati kita susah makan dan minum karena rasa nyeri di bagian gusi atau saat menggerakkan bibir.

Ya, sariawan biasanya muncul di bibir atau bagian gusi yang akan menjadi penyebab anak sering menangis. Tak hanya menangis, terkadang sariawan juga berdampak anak sakit kepala, demam, dan merasa tidak nyaman.

Pastinya, orangtua akan merasa kerepotan jika buah hatinya terkena sariawan sehingga orangtua perlu mencegah berbagai penyebab sariawan pada anak.

Apa saja yang menjadi penyebab sariawan pada anak kita? Berikut beberapa diantaranya:

  • Konsumsi makanan yang memiliki tekstur keras

Ini adalah salah satu penyebab sariawan pada anak yang seringkali tidak disadari. Sebagai orangtua memberikan asupan pada anak tentu harus memperhatikan tekstur makanan tersebut, apakah sudah lembut atau masih tampak keras.

Mengkonsumsi makanan yang terlampau keras akan membuat buah hati susah dalam mengunyah dan berakibat munculnya sariawan di mulut.

  • Terbiasa mengkonsumsi makanan yang menyebabkan iritasi mulut

Ada banyak makanan yang menjadi biang kerok iritasi mulut seperti cemilan tidak sehat, permen, dan lain sebagainya. Orangtua perlu mengatasi apa saja makanan yang dikonsumsi oleh buah hati kita.

  • Kekurangan vitamin C

Munculnya sariawan juga merupakan salah satu indikator bahwa anak kita sedang kekurangan vitamin C. Berikan asupan vitamin C yang cukup sesuai dengan usianya. Vitamin C banyak terdapat di dalam buah-buahan.

  • Faktor khusus dalam keluarga

Ada juga yang menjadi penyebab sariawan pada anak yaitu faktor khusus seperti genetik di sebuah keluarga. Hampir seluruh anggota keluarga tersebut mudah untuk terkena sariawan.

  • Menggunakan kawat gigi

Anak-anak yang menggunakan kawat gigi untuk merapihkan giginya, berpotensi sering mengalami sariawan karena gesekan dengan kawat gigi tersebut.

  • Menggunakan pasta gigi dengan kandungan sodium lauryl sulfat

Ada banyak produk pasta gigi yang beredar. Dan, beberapa produk pasta gigi mengandung sodium lauryl sulfat. Kandungan ini telah terbukti dapat menyebabkan iritasi pada kulit dan mata. Kandungan ini sebenarnya direkomendasikan untuk dibatasi penggunaannya.

Akan tetapi, banyak anak-anak yang memiliki sensitifitas kulit yang tinggi sehingga jika terpapar bahan kimia tersebut akan mengalami iritasi, termasuk terjadinya sariawan.

  • Terlalu banyak mengkonsumsi makanan manis

Makanan-makanan manis juga seringkali menjadi faktor penyebab sariawan yang muncul pada anak-anak. Ini karena ketidakseimbangan nutrisi yang masuk sehingga anak-anak kita kekurangan nutrisi lainnya.

  • Terlalu keras saat menggosok gigi

Secara tidak sengaja, saat menggosok gigi terlalu keras, sikat gigi akan bergesekan dengan gusi atau bibir. Kondisi ini akan menyebabkan lecet yang berujung pada sariawan.

  • Anak lelah beraktivitas

Aktivitas anak-anak yang begitu tinggi, akan menyebabkan kondisi tubuh mereka cepat capek dan lelah. Lelahnya fisik tersebut dapat men-trigger munculnya sariawan pada buah hati.

Itulah beberapa faktor penyebab sariawan pada anak yang seringkali muncul. Masih ada banyak faktor penyebab lainnya seperti penyakit gangguan usus, penyakit herpes dan lain sebagainya.

Setelah kita orangtua mengetahui apa saja faktor penyebab terjadinya sariawan pada anak-anak, tentulah kita berusaha untuk mencegahnya. Karena lebih mudah mencegah daripada mengobati.

Kenali kesemua faktor penyebab-penyebabnya dan berusaha hindarkan segala aktivitas yang berpotensi membuat anak-anak terkena sariawan. Pastikan untuk selalu memberikan nutrisi / gizi yang cukup, khususnya vitamin C pada anak-anak.

Orangtua bisa memberikan makanan yang banyak mengandung vitamin C seperti buah-buahan, sayuran, ataupun cemilan sehat. Makanan dengan nutrisi yang cukup sangat bagus untuk mencegah terjadinya sariawan.

Kebiasaan seperti menggosok gigi dengan benar dapat menghindari terjadinya penekanan pada bagian gusi atau di sekitar mulut terlalu keras. Selain itu, biasakan anak untuk tidur cukup sehingga tubuh mereka tidak merasakan kelelahan akibat aktivitas fisik yang tinggi. Cara ini juga efektif untuk mengurangi tingkat stres pada anak-anak kita.

Postingan ini dimodifikasi pada 25 Oktober 2017 10:26 am

Staf Jatik

Redaksi Jatik.com | Inspirasi dari Sudut Berbeda

Tinggalkan Komentar

Artikel Terbaru

Pakai Software Bajakan? STOP! Ini Bahayanya…

Pembajakan software adalah masalah yang merajalela termasuk di Indonesia yang telah tumbuh seiring perkembangan kecepatan…

% yang lalu

Resep Lodeh Nangka Sederhana, Nikmat Banget!

Siang terik paling enak menyantap masakan ndeso, salah satu yang buat kangen adalah menu sayur…

% yang lalu

Resep Semur Jengkol Pedas Mantap!

Kuliner Nusantara memang tak ada habisnya. Banyak sajian kuliner khas Indonesia yang terkenal seantero Nusantara,…

% yang lalu

5 Alasan Memelihara Kucing Sebaiknya di Dalam Rumah

Karena berbagai alasan masih banyak pecinta kucing yang melepas kucingnya untuk bebas berkeliaran di luar…

% yang lalu

5 Tempat Wisata yang Tak Boleh Dilewatkan Saat Kamu ke Kobe, Jepang

Walaupun tidak setenar Tokyo, namun ada banyak destinasi wisata menarik yang bisa kamu kunjungi saat…

% yang lalu

Transfer Uang ke Luar Negeri dalam 1 Hari? Gunakan Transfer Valas!

Remittance advice adalah definisi yang harus diketahui siapa saja yang akan melakukan remittance. Orang-orang yang…

% yang lalu