Peran Ibu Sebagai Sekolah Pertama Bagi Anak-Anaknya

1 1.490

Bunda-bunda shalihah yang dicintai Allah, mungkin beberapa akhir ini kita mendengar tentang anak-anak yang mengalami kekerasan seksual bahkan hingga terjadi pembunuhan dan lebih mirisnya hal tersebut dilakukan oleh orang-orang terdekat mereka. Ternyata, kita sebagai seorang ibu / calon ibu dimana berperan sebagai sekolah pertama untuk anak-anaknya ketika mereka berada diluar rumah, kita tidak dapat mengontrolnya, tidak dapat menjaga dan mengawasinya 24 jam.

Maka dari itu, kita sebagai madrasah utama bagi anak-anak perlu mempunyai bekal agar ketika anak berada diluar rumah terutama terdapat orang asing yang mengajaknya mampu menolak dan menjauhinya.

peran ibu
Peran ibu sebagai sekolah pertama bagi anak-anaknya

Peran Ibu sebagai Sekolah Pertama

? Tak bisa dipungkiri bahwa peran ibu (ummu) adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya tercinta. Peran ibu ini merupakan anugerah terindah dalam kehidupan seorang wanita. Karena betapa banyak para wanita yang tidak diberi kesempatan oleh Allah ‘Azza wa Jalla sebagai ibu dan menjadi madrasah ula (sekolah pertama) bagi para anaknya.

Ibu (ummu) sebagai sekolah pertama karena darinya pendidikan anak dimulai. Dari ibulah seorang anak belajar tentang segala hal baru dalam hidupnya. Belajar berbicara, menimba ilmu dan adab yang mulia, serta menempa kepribadiannya demi mengarungi kehidupan yang luas bagai samudera. Maka sungguh beruntung bagi seorang ibu yang senantiasa meluangkan waktunya untuk anak-anaknya, demi tercapainya impian menjadi anak- anak shalih-shalihah.

? Tugas Mulia Sepanjang Masa

Mendidik adalah tugas mulia sepanjang masa. Tak ada tugas mulia bagi seorang ibu terhadap anaknya melainkan menjadi sekolah baginya. Seorang ibu haruslah mengerti bahwa mendidik anak adalah kewajiban besar yang harus dipikul di atas pundaknya.Dialah pilar utama dalam proses tarbiyah(pendidikan) bagi anaknya. Kinerja dan kesuksesan anak sangat terkait erat dengan peran ibu sebagai sekolah pertama bagi anaknya.

? Bekal Utama Peran Ibu Sebagai Sekolah Pertama

Untuk menjadi sekolah utama bagi para anaknya dibutuhkan berbagai bekal utama. Bagaimana mungkin seorang anak akan belajar jika pengajarnya publik akan ilmu dan adab mulia? Kesiapan bekal seorang ibu sangat mempengaruhi proses pembelajaran anak yang diasuhknya. Ibarat sebuah instansi sekolah, maka sekolah tersebut akan menjadi sebuah sekolah yang favorit dan unggulan sementara pengajarnya profesional dan berpengalaman.

Adapun beberapa bekal utama yang sekiranya dipersiapkan sejak dini, adalah:

Iman dan Taqwa

Inilah bekal utama seorang ibu sebagai sekolah pertama. Tidak akan pernah seorang ibu menjadi sekolah yang unggul tanpa dibekali iman dan taqwa. Keduanya ibarat benteng penjaga kemurnian fitrah anak didiknya. Sekaligus sebagai perisai yang menghalangi panah tentara setan dan serangan dahsyat budaya kejahiliyahan. Sejak dini anak sudah dikenalkan dengan kalimat tauhid laa ilaaha illallah sebagai kalimat yang pertama kali mereka ucapkan secara fasih.

Kemudian, menghiasi diri dengan ketaqwaan. Sebab, pendidik adalah contoh dan panutan sekaligus penanggung jawab pertama dalam pendidikan anak berdasarkan iman dan Islam. Jika seorang ibu sebagai pendidik tidak menghiasi diri dengan taqwa, baik dalam perilaku, ucapan dan pergaulan maka ini akan menjadi malapetaka besar bagi si pendidik dan anak didiknya dan menjadi musibah dalam dunia pendidikan. Karena itulah, peran ibu sangat penting.

Ilmu dan Pengalaman

Sebuah keharusan, bahwa pendidik harus berbekal ilmu yang memadai. Ia harus memiliki pengetahuan tentang konsep-konsep dasar pendidikan dalam Islam. Mengetahui halal haram, prinsip-prinsip etika Islam serta memahami secara global peraturan dan kaidah-kaidah syari’at Islam.

Ilmu adalah petunjuk terbaik dan pengalaman adalah guru yang arif dan bijaksana. Tanpa ilmu, seorang ibu tidak akan menjadi pendidik sejati. Dan tanpa pengalaman tidak akan membuat seorang ibu pendidik handal. Antara ilmu dan pengalaman harus berpadu dalam diri seorang ibu. Semua itu karena mendidik anak bukan sekedar membesarkan, namun membekali, membangun, mengarahkan, mengembangkan serta mengontrol menuju keridhaan Allah ‘Azza wa Jalladan Rasul-Nya.

Sabar dan Tawakkal

Salah satu peran ibu adalah mendidik. Mendidik anak bukanlah pekerjaan yang mudah. Banyak sekali hambatan dan rintangan dalam proses perjalanannya. Oleh karena itu seorang ibu harus berbekal dengan kesabaran dan ketawakkalan. Barang siapa yang bersabar maka Allah ‘Azza wa Jalla akan memberikan kemenangan. Dan barang siapa yang bertawakkal kepada Allah’Azza wa Jalla, maka Allah’ Azza wa Jallaakan janjikan jalan keluar dari segala persoalan yang dihadapinya, begitu juga Allah ‘Azza wa Jalla akan memberikan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Sabar dan tawakkal adalah kunci dalam segala urusan. Insya Allah, dengan sabar dan tawakkal dalam mendidik buah hati, akan memperoleh hasil yang maksimal.

Doa dan Keikhlasan

Doa seorang ibu akan menggantarkan anaknya pada kesuksesan dan keberhasilan. Tak ada senjata yang paling ampuh kecuali doa setelah berusaha maksimal mungkin. Sudah seyogyanya peran ibu sebagai sekolah pertama senantiasa berdoa untuk kesuksesan anaknya. Doa seorang ibu yang dihiasi keikhlasan pada Allah ‘Azza wa Jalla akan mengantarkan anak-anaknya menjadi pejuang di jalan Allah’Azza wa Jalla. Ikhlas dalam perkataan dan perbuatan termasuk pondasi iman dan merupakan keharusan dalam Islam.

Wahai para ibu, janganlah pernah menyerah dan putus asa. Selalu bersiap siagalah menjadi sekolah pertama yang mencetak para pejuang yang selalu membela Allah dan Rasul-Nya.

Loading...