Sepucuk Surat Jack Ma Kepada Putranya yang Menginspirasi Banyak Orang!

1 884

Siapa yang tak kenal dengan Jack Ma, entrepreneur sukses yang mampu membawa perusahaan Alibaba Group, sebagai salah satu perusahaan berbasis E-commerce terbaik di dunia. Dengan perputaran uang yang hampir mencapai puluhan triliun tiap harinya, menjadikan Jack Ma menjadi salah satu orang terkaya di Tiongkok (Cina).

Beberapa pesan motivasi Jack Ma dalam beberapa kesempatan seminar, berhasil menggugah banyak orang terkhusus anak muda untuk bisa lebih baik darinya. Salah satu nasihat motivasi Jack Ma adalah memanfaatkan usia dengan sebaik-baiknya agar meraih sukses. Selain nasihat dalam seminar, workshop, dll, Jack Ma juga senang menulis surat kepada salah satu anggota keluarganya, yaitu putranya. Menariknya, Jack Ma yang memang memiliki kharisma sebagai seorang motivator sukses, juga menyampaikan pesan terbaik dalam suratnya tersebut.

Berikut kutipan surat Jack Ma kepada putranya yang berhasil memotivasi banyak orang tersebut.

Wahai anakku, aku menulis pesan dalam catatan pendek ini dengan berdasarkan pada 3 prinsip dalam hidup:

1. Tidak akan ada orang pun yang tahu hidup berapa lama, maka adanya keberuntungan dan bencana dalam hidup ini tidak ada yang abadi, dan bagiku beberapa hal yang sebaiknya aku memberitahukanmu lebih awal.

2. Tentunya, aku adalah ayahmu, aku ingin mengatakan hal ini padamu, karena tidak akan ada yang mengatakannya padamu.

3. Ini merupakan catatan kecil yang aku tuliskan berdasarkan pengalaman pahit dan kegagalan, sehingga kamu bisa menghindari jalan berputar dalam perkembangan hidupmu.

Sepucuk surat inspiratif Jack Ma pada putranya.
Sepucuk surat inspiratif Jack Ma pada putranya.

Anakku, ada beberapa hal yang harus kau ingat dengan baik dalam hidupmu:

  1. Jangan terlalu peduli dengan orang-orang yang berbuat tidak baik dalam hidupmu. Orang tersebut tidak memiliki kewajiban untuk berbuat baik padamu, terkecuali ayah dan ibumu. Tetapi, jika ada orang yang baik kepadamu, hargailah mereka dan senantiasa bersyukurlah.
  2. Di dunia ini, tidak ada benda satupun yang wajib dimiliki, maupun orang yang tak tergantikan. Jika kamu bisa memahami ini, maka seandainya kelak kamu kehilangan semua yang berarti dan kamu cintai, kamu bisa mengerti bahwa hal tersebut bukanlah masalah besar.
  3. Anakku, kehidupan di dunia ini hanya sementara saja, mungkin sampai saat ini kita masih menyia-nyiakan sisa hidup kita. Barulah kita menyadari bahwa kehidupan telah jauh meninggalkan kita saat keesokan harinya. Maka, aku berpesan padamu, hargai kehidupanmu dari sejak dini. Jika kamu dapat menghargai setiap hari-hari dalam hidupmu, maka kamu akan menikmati banyak hal dalam hidupmu. Ini penting, daripada kamu mengharapkan berumur panjang, lebih baik kamu bisa mengerti dan menghargai hidupmu saat ini.
  4. Anakku, ingatlah bahwa cinta kasih hanyalah sebatas perasaan, dan semua akan berubah mengikuti keadaan dan waktu. Jika suatu saat nanti, seseorang yang kau cintai tersebut meninggalkanmu, bersabarlah sejenak, biarkan waktu yang membersihkan secara perlahan, biarkan semua mengendap, dan rasa pahit yang kamu rasakan akan menjadi hambar. Jangan terlalu berlebihan dalam mengharapkan keindahan cinta, dan jika patah hati, janganlah juga berlarut-larut dalam kesedihan.
  5. Di dunia, meskipun banyak orang sukses yang tidak mengenyam pendidikan, bukan berarti dengan tidak giat belajar maka bisa berhasil. Senjata dan alat yang harus kau miliki adalah pengetahuan. Kita bisa membangun semua hal dari nol, tetapi tidak dilakukan dengan tangan kosong. Ingatlah pesan ini baik-baik!
  6. Anakku, aku tidak akan memaksa memintamu untuk mengurus masa tuaku, sama halnya denganku yang tak akan mengurus masa tuamu. Jika kamu telah dewasa dan bisa hidup mandiri kelak, maka tugasku telah selesai. Apakah kelak kamu akan mengendarai Mercedez Benz atau kendaraan umum, mengkonsumsi bihun atau sirip ikan, semua itu harus bisa kamu pertanggungjawabkan sendiri.
  7. Tuntutlah dirimu untuk selalu menjaga kepercayaan orang lain, tetapi jangan pernah menuntut orang lain melakukan hal yang sama pada dirimu. Kamu bisa menuntut dirimu untuk berbuat baik kepada orang lain, tetapi jangan pernah mengharapkan orang lain untuk berbuat baik padamu. Cara kamu memperlakukan orang lain, tidak berarti mereka akan berbuat hal yang sama pada dirimu. Jika kamu tidak bisa mengerti tentang hal ini, maka akan selalu menjadi beban yang tak berguna dalam hidupmu.
  8. Anakku, aku telah memiliki pengalaman membeli lotere selama 26 tahun, hadiah tidak pernah aku dapatkan. Ini membuktikan bahwa kekayaan dan kemakmuran hanya dapat diperolej jika kita giat bekerja. Tidak ada kekayaan yang langsung jatuh dari langit dengan sendirinya.
  9. Bagiku, keluarga hanya sebatas ikatan jodoh, untuk berapa lama tidak ada yang tahu, tetapi kamu tetap harus menghargai setiap waktu dalam kebersamaan keluarga ini. Apakah kita akan bertemu dan berjodoh lagi di kehidupan selanjutnya, tidak ada seorang pun yang mengetahuinya.

Referensi: Wikipedia

Loading...