Cerebral Palsy, Kenal Lebih Dekat & Dampaknya Terhadap Perkembangan Anak

1 476

Cerebral palsy adalah gangguan kerusakan otak atau kelainan otak yang mengganggu transmisi normal sinyal saraf dari otak ke sumsum tulang belakang dan anggota gerak. Para peneliti membagi menjadi sembilan tipe CP untuk kemudahan diagnosis dan treatmen.

Beberapa anak cerebral palsy memiliki tipe campuran. Tipe CP spastik adalah yang paling umum, diikuti oleh tipe dyskenetic: athetoid, choreoathetiod, dan distonik. Athetoid diskinesia cerebral palsy adalah tipe yang paling umum dari diskinesia.

Athetoid berasal dari athetonia, istilah medis yang berarti ditandai dengan gerakan lambat dan tak terkendali (involuntary ). Diskinesia adalah kata majemuk yang berasal dari bahasa Yunani, dys mempunyai arti sakit dan kinetik artinya gerakan.

Gejala yang membedakan pada Cerebral Palsy Athetoid diskinesia

Anak dengan cerebral palsy athetoid diskinesia mempunyai gambaran gerakan yang lambat, tidak terkontrol, gerakan menggeliat/meliuk liuk pada lengan, tangan dan tungkai. Mereka juga ditandai dengan wajah meringis dan air liur yang tidak terkontrol.

Kesulitan duduk tegak atau berjalan. Kesulitan memegang benda ataupun melakukan gerakan yang disengaja, seperti menyikat rambut dll. Beberapa anak dengan gangguan ini mengalami kesulitan berbicara. Menelan atau makan akan terganggu, sehingga sulit bagi mereka untuk mendapatkan nutrisi yang memadai.

Gangguan keadaan otot yang fluktuatif memberikan kontribusi untuk masalah ini; otot berfluktuasi antara terlalu tegang/tight dan terlalu kendor. Spasme otot dapat disebabkan oleh adanya fluktuasi tonus/ketegangan otot ini.

Meskipun kondisi ini disabilitas berat, kemampuan mental anak dengan cerebral palsy athetoid dyskenetic jarang terpengaruh. Anak-anak ini biasanya memiliki kecerdasan normal atau bahkan di atas rata-rata.

Kemungkinan Komplikasi Cerebral Palsy Athetoid Dyskenetic

Anak dengan cerebral palsy athetoid diskinesia memiliki kecenderungan masalah pada tulang leher yang dapat menyebabkan mereka mengalami disabilitas total . Meskipun status neurologis pasien athetoid dianggap stabil, mereka mempunyai tendensi masalah fungsional karena cervical (tulang leher) myelopathy .

Neuron yang menyampaikan pesan dari otak ke tulang belakang dan seterusnya pada sistem saraf yang menutupi jaringan dalam isolasi khusus yang disebut myelin; cedera pada myelin pada leher disebut cervical myelopathy. Cervical myelopathy dapat menyebabkan penyempitan kanal tulang belakang dan degenerasi disk.

Komplikasi lain mungkin termasuk deformitas kaki dan dislokasi hip/pinggul. Dapat terjadi ankle equinus, suatu kondisi di mana ada kekakuan pada sendi pergelangan kaki dan pasien berjalan dengan jari-jari kaki. Kaki drop atau drop foot yaitu kondisi yang membuat anak kesulitan mengangkat bagian depan kaki juga dapat terjadi.

Dislokasi Hip dapat disebabkan oleh adanya tonus/ketegangan otot tidak seimbang pada tulang paha. Deformitas dan dislokasi sendi umumnya lebih sring terjadi pada anak CP tipe spastic daripada tipe athetoid diskinesia, karena tipe CP spastik akan lebih banyak tekanan pada tulang dan sendi karena tonusnya terus menerus tinggi .

Penyebab Cerebral Palsy Athetoid Dyskenetic

Apa penyebab Cerebral Palsy?
Apa penyebab Cerebral Palsy?

Semua tipe cerebral palsy disebabkan oleh kerusakan otak atau malformasi di otak. Bentuk dan tipe CP ditentukan oleh luas dan lokasi kerusakan otak. Kerusakan otak dapat terjadi sebelum atau selama kelahiran atau segera sesudahnya. Cerebral palsy athetoid diskinesia biasanya disebabkan oleh kerusakanpada otak kecil atau ganglia basal.

Kerusakan otak untuk bayi yang belum lahir bisa karena beberapa penyebab. Infeksi pada ibu atau janin dapat menyebabkan kerusakan otak karena dipicu peradangan; peradangan adalah bagian dari proses kekebalan tubuh, tapi yang terkena dapat mengalami kerusakan otak dan cerebral palsy pada bayi yang belum lahir.

Stroke pada janin yang disebabkan adanya pendarahan di otak dapat juga menyebabkan cerebral palsy athetoid diskinesia. Bekuan darah di plasenta dapat memblokir sirkulasi bayi dan menyebabkan stroke. Gangguan sirkulasi dan pembuluh darah, lemah atau abnormal otak juga dapat menyebabkan bayi yang belum lahir mengalami stroke.

Bayi yang belum lahir juga berisiko tinggi terkena stroke jika ibu memiliki tekanan darah tinggi. Tekanan darah ibu yang rendah juga bisa menyebabkan masalah. Pemantauan ketat tekanan darah merupakan bagian penting dari perawatan prenatal yang baik. Selain itu, infeksi pada ibu seperti penyakit inflamasi panggul (inflammatory pelvic disease/PID) meningkatkan risiko bayi terkena stroke.

Cerebral palsy athetoid diskinesia juga dapat disebabkan oleh penyakit kuning yang parah. Penyakit kuning adalah masalah umum pada bayi baru lahir; itu adalah suatu kondisi di mana kelebihan bilirubin yang mengumpulkan dalam darah.

Kasus ringan dari penyakit kuning mungkin hilang tanpa pengobatan, tetapi kasus yang parah dapat menyebabkan kerusakan otak, dan cerebral palsy; kasus yang parah penyakit kuning harus diobati.

Ketidakcocokan/inkompabilitas Rh, di mana darah ibu dan jenis janin mengalami konflik, dapat menyebabkan penyakit kuning yang parah. Di Amerika Serikat pengujian untuk ketidakcocokan Rh adalah bagian rutin dari perawatan prenatal; sekali terdeteksi kondisi ini akan dapat segera sembuh diobati.

Usia dan Diagnosis

Keterlambatan perkembangan duduk, meraih mainan, merangkak, berdiri, atau berjalan pada usia yang diharapkan, biasanya merupakan petunjuk utama yang bayi mungkin memiliki cerebral palsy athetoid dyskenetic atau CP tipe lain.

Mendiagnosis bentuk cerebral palsy kadang-kadang bisa rumit dan memakan waktu, karena ada banyak kondisi yang dapat menyebabkan gejala yang mirip. Penundaan dalam mendiagnosis gangguan ini bisa membuat frustasi dan menyakitkan bagi orang tua, yang ingin segera tahu apa yang salah dengan anaknya sehingga treatmen segera dapat dimulai dengan benar.

Kasus cerebral palsy sebagian besarnya didiagnosis pada saat anak berusia 18 bulan. Diagnosis dikonfirmasi melalui tes pencitraan otak dan dikombinasikan dengan observasi gerakan anak. Diagnosis dini sangat penting karena fisioterapi paling efektif bila dimulai pada awal kehidupan anak.

Sumber Tulisan:

Tri Zyu

Referensi: Wikipedia

Loading...