Kecantikan Istri Tanggung Jawab Suami, Benarkah?

0 464

Istri tampil cantik buat siapa sih? Suami bukan? Lalu, kalau istri sedang ingin tampil cantik, suami terkadang banyak komentar yang aneh-aneh. Yang beginilah, yang begitulah. Kalau istri tampil cantik di rumah, banyak aja halangannya, seperti gambaran kondisi berikut ini.

Si istri ingin luluran di rumah, suami memanggil. “Sayang, jemurannya diangkat mau hujan.”

Istri ingin maskeran, suaminya kembali memanggil. “Sayang, si kecil rewel tuh, mau tidur, digendong dulu”

Istri sedang ingin pergi ke salon dan meminta uang tambahan, Suaminya berkata, “Kamu tuh, uang hanya cukup buat keperluan rumah tangga, pakai aneh-aneh mau ke salon.”

Banyak aja alasan yang datang menghalangi seorang istri untuk tampil cantik. Padahal, waktu dulu masih belum menikah, waktu masih pacaran, istrinya dibilang cantik, putih bersih, seperti bidadari. Istrinya kala itu masih terawat karena dirawat oleh orang tuanya. Nah sekarang, untuk merawat diri aja susah, karena lebih fokus untuk mengurusi suaminya dan anak. Malah, suami bilang yang bikin sakit hati istri, “Sayang, kamu kok gendut sekarang? Wajah kusem amat?”

Seorang suami seharusnya bisa memberikan ketenangan di rumah
Seorang suami seharusnya bisa memberikan ketenangan di rumah

Suami hanya bisa mencela tanpa pernah tahu akar masalahnya dan tak memberikan solusi. Semakin bikin sakit hati, ketika suaminya diluar malah genit melirik wanita-wanita yang tampil cantik dan modis. Sakitnya tuh disini…!

Kalau dulu kulit bersih, tetapi sekarang tak terawat dan menjadi kusam, itu wajar karena adanya penumpukan sel kulit mati di wajah. Jika kulit menjadi bersisik karena tak terawat, itu wajar karena kelembaban kulit yang kurang terjaga. Jika wajah muncul banyak jerawat atau flek, wajar kalau tidak sering bersih-bersih muka. Badan menjadi gendut itu wajar ketika pasca melahirkan dan akan semakin susah turun karena faktor hormon, terlebih lagi jika memakai KB.

Tetapi, yang pasti, semua perawatan itu butuh biaya. Banyak wanita setelah menjadi istri tidak terlalu mempedulikan perawatan untuk dirinya sendiri karena lebih mengutamakan kepentingan anak-anak dan suaminya. Gimana mau perawatan, lah gaji suami pas-pasan untuk makan dan bisa jadi kurang? Bagaimana mau melakukan perawatan, kalau pekerjaan rumah tangga yang menumpuk hanya dikerjakan oleh seorang istri sendirian?

Bisa dikatakan, seorang istri begitu ikhlas menerima dan tak terlalu peduli dengan kondisi dirinya disebabkan oleh bakti kepada suaminya. Ini menjadi tidak adil, ketika seorang suami terus menuntut istri tetap tampil cantik, body langsing, seperti dulu saat pertama kali bertemu.

Istri begitu ikhlas menerima untuk berpikir memutar otak ribuan kali, agar gaji dari suaminya bisa mencukupi untuk keperluan rumah tangga selama sebulan. Tentu sangat tidak adil jika suaminya masih bisa memotong jatah istri untuk keperluan membeli rokok!

suami
Setidaknya, seorang suami tidak canggung membantu pekerjaan rumah tangga

Seorang istri sangat ikhlas menerima kenyataan bahwa harus terus berkutat dengan rutinitas dalam rumah tangga, cucian, dapur, setrika, merawat anak, melayani suaminya, dll. Semakin tidak adil jika suami sama sekali tidak mau membantu, dan merasa bahwa kewajibannya sebagai kepala rumah tangga sudah cukup hanya dengan memberikan nafkah sebulan dan menggantikan perannya sebagai seorang ayah dan suami untuk membantu menyelesaikan pekerjaan rumah tangga.

Jadi, apakah kecantikan seorang istri tanggung jawab suami? Memang, tampil cantik tidak harus dengan melakukan perawatan yang mahal. Tampil cantik tidak harus pergi ke salon.

Tetapi, setidaknya suami juga menjalankan peran sebaik-baiknya sebagai seorang imam di rumah tangga. Sebagai kepala rumah tangga, tidak canggung untuk membantu pekerjaan istri di rumah. Suami mampu memuliakan dan membahagiakan istrinya akan membuat aura kecantikan terus terpancar dan tingkat stress istri makin menurun yang akhirnya dapat mencegah penuaan dini bagi para istri.

Loading...