Jatik.com
Inspirasi dari Sudut Berbeda

5 Akibat Sering Membentak Anak. Sabar ya, Ayah Bunda…

0 17

Ayah bunda, saat emosi kita sedang tidak stabil, sebaiknya tidak melampiaskan kepada anak-anak, seperti dengan cara membentaknya. Secara tidak sadar, perilaku tersebut memiliki dampak lho pada anak-anak. Setidaknya ada 5 akibat sering membentak anak yang berdampak pada perkembangan mereka. Apa saja ya?

Dalam kondisi semarah apapun, usahakan kita tidak berada di dekat anak-anak karena mereka akan menerima imbas dari luapan emosi kita, terlebih lagi jika tak terbendung. Akibat sering membentak anak kita, tidak hanya berdampak pada aspek psikologis mereka, tetapi juga kesehatan dan perkembangan perilaku anak-anak.

Sebagai perenungan untuk orangtua, berikut ini setidaknya 5 akibat sering membentak anak yang akan berpengaruh bagi tumbuh kembangnya. 

1 Berpotensi merusak sel otak anak

Berpotensi merusak sel otak anak
Penelitian Lise Eliot tentang akibat sering membentak anak terhadap tumbuh kembang otak anak.

Percaya atau tidak, perkataan kasar atau bentakan pada anak dapat merusak lebih dari 1 milyar sel otak mereka. Cubitan dan pukulan dengan bentakan dapat merusak bermilyar-milyar sel otak anak-anak kita.

Sebaliknya, dengan kasih sayang, hangatnya pelukan akan mampu membangun dengan cepat potensi kecerdasan anak sehingga mendapatkan perkembangan otak yang lebih baik.

Hanya dengan suara yang sedikit keras saja, ini merupakan sebuah masalah bagi perkembangan otak anak…

Ini didasarkan pada penelitian dari Lise Eliot, seorang peneliti dari Fakultas Kedokteran Chicago. Dia meneliti anak-anak di masa pertumbuhan, khususnya di masa golden age yaitu usia 2-3 tahun.

Peneliti Lise Eliot ini memberikan penjelasan bahwa bentakan dan suara keras dari orangtua dapat menggugurkan sel-sel otak anak yang sedang tumbuh dan berkembang. Sebaliknya, jika sang ibu memberikan belaian lembut pada saat menyusui anaknya, hal ini akan mampu merangkaikan sel otak dengan baik.

Objek hasil penelitian Lise Gliot ini merupakan anaknya sendiri. Dia memasang kabel perekam aktivitas otak yang terkoneksi dengan komputer sehingga setiap aktivitas yang terjadi pada otak anaknya akan terekam dengan baik.

Dia pun menyebutkan bahwa hasilnya sunggul luar biasa. Ketika ibu menyusui anak, akan terbentuk rangkaian sel otak yang sangat indah.

Akan tetapi, saat si anak mendengar suara yang sedikit keras, rangkaian sel otak yang indah tersebut mulai pecah berantakan, dan terjadi perubahan warna sel-selnya.

Hasil penelitian dari Lise Eliot ini dapat disimpulkan bahwa akibat sering membentak anak dan marah orangtua terhadap anaknya akan mempengaruhi perkembangan sel-sel otak anak. Hikmah dari hasil penelitian ini adalah sikap kita sebagai orangtua yang harus berhati-hati dalam bertindak ataupun memarahi anak.

2 Tumbuh Menjadi Pribadi yang Emosional

Tumbuh Menjadi Pribadi yang Emosional
Akibat sering membentak anak, mereka akan tumbuh menjadi emosional. Kredit Gambar: tipsmendidikanak.com

Jika anak terlalu sering dibentak, maka tindakan tersebut akan dicontoh dan diterimanya dalam kehidupan sehari-hari. Anak akan berkembang menjadi pribadi / sosok yang emosional, sulit mengendalikan diri, mudah marah dan seringkali berteriak.

Segala tidak kekerasan, verbal dan nonverbal akan selalu memiliki dampak buruk terhadap psikologis anak-anak kita. Rasa percaya sang anak kepada orangtuanya akan menurun.

Orangtua akan menjadi panutan bagi anak-anaknya sehingga semua kebiasaan kita sebagai orangtua akan dicontoh oleh anak-anak, termasuk berbicara dengan nada kasar / tinggi.

Sebaiknya, hindari juga memarahi anak-anak kita di depan temannya. Tindakan ini dapat membuat anak kita merasa kehilangan harga dirinya. Tindakan seperti itu juga akan mengakibatkan tingkat kepercayaan mereka akan turun. Berakibat pada segala nasihat orangtua yang akan dianggap angin lalu bagi anak-anak.

3 Anak-anak Menjadi Depresi

Anak-anak Menjadi Depresi
Kredit Gambar: kesekolah.com

Melakukan bentakan kepada anak yang sedang beranjak dewasa juga berdampak kurang baik. Remaja yang berusia 13-16 tahun jika terlalu sering dibentak oleh orangtuanya akan mengakibatkan depresi pada dirinya.

Hal ini pernah diteliti dan dipublikasikan dalam sebuah jurnal Child Development. Di salah satu poinnya disebutkan bahwa alih-alih orangtua ingin memperbaiki tingkah laku remaja, tetapi dengan cara yang kurang tepat seperti dihina, teriak, dibentak. Ini justru akan berakibat perilaku remaja tersebut cenderung buruk.

4 Sulit Menjadi Pendengar yang Baik

Sulit Menjadi Pendengar yang Baik
Anak tidak menjadi pendengar yang baik.

Jika anak kita ingin menjadi pendengar yang baik, maka mereka perlu tumbuh berkembang di lingkungan yang mendukung perilaku dan berpikir positif.

Akibat sering membentak anak yang dilakukan oleh orangtua, maka justru akan berdampak pada gangguan perkembangan dan gangguan pada pendengarannya. Selain pendengaran, “hati” anak juga terluka karena terlalu sering menerima perlakuan buruk sehingga kesulitan menjadi pendengar yang baik.

5 Kehilangan Inisiatif karena Takut Salah

Dampak lainnya jika seorang anak terlalu sering dimarahi atau dibentak-bentak, mereka akan takut untuk melakukan sesuatu, takut salah sehingga menghilangkan potensi kreativitas dan inisiatif pada dirinya.

Melakukan ini itu akan merasa ketakutan, karena takut dianggap salah dan nantinya dimarahi.

=============

Nah, ayah bunda, itulah beberapa akibat sering membentak anak sebaiknya dihindari. Jika anak melakukan kesalahan, ada beberapa tahapan yang perlu dilakukan. Bukan langsung memarahi apalagi membentak-bentak mereka.

Loading...
Berlangganan Newsletter
Berlangganan Newsletter
Daftarkan email kamu disini untuk mendapatkan info terupdate dari Jatik.com langsung ke inbox email kamu!
Kamu bisa membatalkan newsletter ini kapan pun.

Tinggalkan Balasan

Data email Anda terjaga kerahasiaannya.

12 − satu =