Ajari Anak Kita Menulis Tangan (Handwriting), Ini Manfaatnya

0 191

Handwriting atau menulis tangan sesungguhnya memiliki banyak manfaat besar bagi perkembangan anak-anak kita.

Apa saja manfaat menulis dengan tangan (handwriting)?

Belajar menulis dengan huruf sambung, emang penting?

“Kan kalau jaman sudah modern seperti sekarang, bisa mengetik pakai komputer atau iPad, buat sms tinggal pijit, kenapa juga harus menulis dengan huruf sambung?”

Sebenarnya, ada banyak manfaat menulis tangan (handwriting) ini yang sudah diteliti secara ilmiah. Berdasarkan sudut pandang Sensory Integration, menulis tangan (handwriting) dengan menggunakan pulpen atau pensil merupakan kegiatan kompleks yang akan melibatkan integrasi sensori.

Perpaduan sensori tersebut mencangkup proprioseptif (motorik halus), tactile (sentuhan), visual, dan bahkan vestibular (keseimbangan tubuh).

Menulis tangan (handwriting) merupakan aktivitas yang akan melibatkan koordinasi dari sensori-sensori di atas.

Pada anak-anak usia SD, kesulitan atau mungkin kegagalan dalam mengkoordinasikan / integrasi sensori-sensori tersebut akan sangat berpengaruh pada kendali emosi, kemampuan konsentrasi, dan gangguan kecemasan.

Selain itu, dari sudut pandang lain yaitu Grafologi (sebuah ilmu untuk menerjemahkan tulisan tangan), handwriting merupakan aktivitas ekspresi tentang profil diri. Meliputi skill untuk kendali emosi dan dorongan.

Biasanya, pada anak-anak usia SD sampai dewasa yang terganggu emosinya, atau mengalami masalah sosial dan kepercayaan diri, bisa tergambar dari tulisan tangannya.

Saat seseorang melakukan aktivitas menulis tangan, ada dorongan sekaligus kontrol terhadap goresan yang akan dibuatnya.

Pada konteks tulisan huruf sambung, gerakan tersebut menjadi semakin rumit dibandingkan huruf cetak yang patah-patah.

Sehingga dapat dikatakan bahwa menulis dengan huruf sambung sebenarnya melibatkan kontrol emosi.

Untuk usia anak menjelang 5-6 tahun, kelenturan jari dan otot tangan itu penting. Ini karena setelah masuk sekolah dasar, akan banyak kegiatan menulis dan aktivitas lainnya yang banyak menuntut kemampuan motorik visual.

Kegiatan tersebut meliputi membuat prakarya, menyimpul tali sepatu, menggambar, mengkancingkan baju, dan lain sebagainya.

Aktivitas tersebut frekuensinya jauh lebih sering. Sehingga anak-anak yang sensori motorik halusnya belum terasah dengan baik akan terkendala secara signifikan jika tak dibimbing dengan aktivitas menulis tangan.

Tetapi sangat disayangkan, banyak guru / orangtua yang justru melakukan kesalahan fatal. Mereka lebih menekankan drilling aktivitas menulis tangan yang tidak tepat.

Contoh saja, memaksa anak-anak untuk menulis berlembar-lembar.

Kenapa aktivitas ini dikatakan tidak tepat?

Jika anak memang belum cukup siap melakukan kegiatan tersebut, maka akan menjadi kontraproduktif. Aktivitas / pengalaman menulis merupakan mimpi buruk bagi si anak.

Mengembangkan skill menulis tangan (handwriting) pada prinsipnya bukan sekedar melakukan kegiatan menulis, atau juga sekedar melatih otot-otot jari.

Tetapi juga akan meningkatkan menguatkan motorik kasarnya dengan terlebih dahulu meningkatkan skill motorik halus. Selain itu, juga untuk menjaga keseimbangan tubuh anak.

Secara tidak langsung, tubuh anak akan jauh lebih kuat ketika melakukan aktivitas seperti lompat-lompat, berlari, memanjat, berenang, menggantung, dan lain-lain.

manfaat menulis tangan (handwriting) pada anak-anak
Manfaat menulis tangan (handwriting) pada anak-anak

Jika anak-anak secara fisik kuat menyeluruh, maka akan mampu menopang tubuhnya. Terlebih lagi memiliki daya tahan tubuh lebih kuat, tidak cepat lelah, atau bosan saat menulis.

Jika anak menulis dengan telungkup, jika memegang pensil terlalu kuat atau lemah, ini merupakan indikasi dari belum siapnya fisik.

Untuk meningkatkan kemampuan motorik halusnya itu sendiri, dapat melakukan beberapa kegiatan. Contohnya, bermain plastisin, mewarnai, menggambar, membuat istana pasir, memotong, menjahit, menggunting, memasak, dll.

Jangan pernah memaksakan anak-anak kita. Jadikan permainan yang menyenangkan dan menarik bagi mereka. Sehingga anak-anak akan tidak memandang kegiatan tersebut adalah beban.

Jika ada cara belajar yang menyenangkan, kenapa memakai cara yang merepotkan dan menimbulkan emosi negatif? Yuk mulai ajari anak-anak kita menulis tangan (handwriting) sesuai dengan usianya.

Sumber Tulisan:

Bunda Yeti Widiati

Loading...